Salah satu aspek yang perlu kita teladani ialah bagaimana Nabi Muhammad SAW berbisnis. Kegiatan berdagang sudah Beliau lakukan semenjak sebelum diangkat mnjadi Nabi dan Rasul. Dalam sejarah sudah diceritakan bahwa semenjak masih sangat simpel Beliau sering diajak oleh pamannya Abu Thalib untuk melaksanakan perjalanan bisnis hingga ke negri Syam (Syiria, ebanon, Yordan, Palestina). Berangkat dari kisah inilah kita sanggup mengambil pelajaran bahwa jiwa Enterpreneur sebaiknya ditanamkan semenjak dini sehingga seorang anak sudah mulai mengenal bagaimana cara berbisnis. Perjalanan keluar kawasan menjadi wdah peluang untuk diberinteraksi dengan orang banyak dan membuka wawasan barbagai gaya hidup.
Sebab itulah tidak heran jikalau Nabi SAW hasilnya menjadi pelaku bisnis sendiri setelah mendapat amanah dari Siti Khadijah yang kemudian menjadi isteri Beliau. Nabi SAW didiberi kepercayaan untuk mengelolah bisnis yang kemudian berkembang pesat. Apa yang menjadikan bisnis Nabi SAW menjadi berkembang sangat pesat?. Dari arah ini kita akan mengintip bagaimana prinsip dan cara Nabi SAW melaksanakan bisnis dengan baik dimasanya.

Dalam konteks referensi kita sanggup sebut beberapa prinsip yang menjadi landasan bisnis Nabi SAW :
1. Moralitas dan Kejujuran
Rasulullah melarang umatnya yang sengaja merugikan dengan cara menyembunyikan barang buruk semoga tidak diketahui oleh pembelinya. melaluiataubersamaini menyampaikan sesuatu yang baik memang baik dan menyampaikan sesuatu yang buruk memang jelek. Tidak pernah menyembunyikan barang dagangan yang buruk dibawah barang dagangan yang baik.
Disamping kejujuran dengan kawan dagangnya, Beliau dikenal sebagai orang yang memegang teguh amanah. Ketika dipercaya untuk mengelolah barang dagangan, Beliau melaksanakan sebaik-baiknya.
2. Penawaran harga normal dan kesepakatan
Diceritakan bahwa Beliau selalu menjual barang kepada pembeli dengan harga yang disahkan dengan Siti Khadijah ra. Beliau tidak mengambil laba diluar yang disahkan. Mengambil laba besar dalam bisnis bukanlah suatu yang diharamkan, namun hal yang demikian tidak dilakukan oleh Nabi SAW.
Prinsip cepat laris terjual dan sukarela diantara keduanya menjadi poin utama. Sedangkan prinsip kejujuran menjadi ciri utama bisnis ala Nabi Muhammad SAW. yang bersumber dari nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh Allah SWT. bahwa bisnis yang dilakukan tidak luput dari pantauan Allah SWT.
3. Kesukarelaan dalam berbisnis
Jual beli haruslah berjalan dengan kerelaan. Orang dihentikan dipaksa untuk membeli sesuatu. Prinsip kesukarelaan inilah yang dipegang oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak pembeli yang terkesan dan tertarik dengan cara berbisnis Beliau. Tidak adanya eksploitasi yang spesialuntuk sanggup menguntungkan salah satu pihak untuk mengejar laba diatas kesusahan atau pendeitaan orang lain.
4. Keadilan dalam berbisnis
Prinsip yang sangat penting lagi ialah keadilan dan menjauhkan kedhaliman. Larangan menjauhkan laba Riba. Makna larangan riba ini terhapusnya korelasi ekploitatif alasannya berbisnis ialah didasari niat saling memmenolong atau saling menguntungkan.
melaluiataubersamaini demikian jikalau 4 prinsip berbisnis diatas sanggup kita terapkan dengan benar, maka bisnis kita akan barakah dan berkembang pesat.
0 Komentar untuk "4 Prinsip Berbisnis : Intip Entrepreneur Nabi Saw"